Jumat, 13 Januari 2012

cara membuat pelet apung

Cara membuat pelet apung


Sekilas tentang percobaan pembuatan pelet apung yang saya kerjakan. Untuk mulai mencoba membuat pelet apung saya membeli alat mesin bekas di pasar templek Blitar. Mohon maklum karena saya tidak punya modal untuk membeli mesin pelet apung, jadi saya mencoba untuk merakitnya sendiri. Tahapan membuat pelet apung yang saya ceritakan kira-kira kurang bisa lepas dari proses Pencampuran ( Mixing ), Pengaliran Uap / Steaming (Conditioning), Pencetakan ( Extruding ), Pendinginan ( Cooling ).

Karena sedikitnya modal, saya mencoba potong kompas, proses yang saya lalui hanya Pencampuran ( Mixing ), Pencetakan ( Extruding ), Pendinginan ( Cooling ) dan hasilnya masih gagal. Disini mau lanjut lagi modal sudah habis. Tapi saya masih yakin tanpa melalui proses Pengaliran Uap / Steaming (Conditioning) pelet masih bisa mengapung.

Lanjut lagi, Proses pencampuran ( mixing ) harus digunakan agar berbagai macam bahan pelet dapat benar-benar tercampur homogen. Dan sedikit proses yang tidak saya lalui yaitu Pengaliran Uap / Steaming (Conditioning) atau bahasa mudahnya dikukus, berfungsi agar masing-masing partikel bahan termodifikasi matang dan mengembanf karena melepaskan gas CO2. Gas CO2 tersebut yang akan berfungsi sebagai pembuat pori-pori dalam pelet agar mengapung. Mungkin kalau ada cara lain untuk mengapungkan saya belum tahu, yang saya ceritakan adalah yang pernah saya coba.

Penambahan Jumlah kadar air kira-kira yang umum digunakan sekitar 4%-8% tergantung jenis bahan yang digunakan. Yang penting penambahan air dapat melembabkan bahan penyusun pelet, bukan basah. Dan agar bahan pelet terbantu mengembang saya memilih menggunakan Baking Powder atau memakai soda kue. Pernah saya mencoba memakai ragi saf instan, tetapi ikan nila tidak mau makan karena terasa kecut, hal ini terjadi karena proses fermentasi dari ragi tersebut. Agar proses fermentasi berhenti bisa saja dioven tapi saya kurang nyaman karena khawatir menambah kerusakan nutrisi bahan . Pelet hasil fermentasi untuk ikan gurami mau makan meski tanpa penambahan minyak ikan.Ada juga agar pelet mengapung menggunakan bahan jagung, dengan jumlah pemakaian sekitar 10-20 %, logikanya jagung bila terkena panas mengembang seperti popcorn, saya belum pernah mencobanya.

Dari sinilah saya kurang mantap memilih pelet apung, pernah ada teman tanya, mengapa kamu coba merakit mesin pellet apung kalau kurang suka ? saya jawab karena orang lebih suka mesin mahal, dan dari mahalnya orang lebih yakin manfaatnya. Menurut saya, logika liniernya memang jalan fungsi pelet apung adalah untuk mudah dicernakan karena sudah matang dan steril karena sudah melewati pemasakan. Tetapi seperti ada yang mengganjal, karena rasanya seperti membuatkan kue untuk ikan, kue itukan flavournya enak,lezat dan pada umumnya crispy. Tetapi apa benar nutrisinya masih bagus dalam pelet apung tersebut bila telah melewati berbagai proses pemanasan seperti dalam proses steaming, extruding dan kadang ada yang masih pasang pengering oven?. Lepas dari itu semua, menurut saya pelet apung lebih berfungsi sebagai media pembawa obat atau suplemen, yaitu diberikan dengan cara disemprotkan atau direndam dalam larutan suplemen atau obat.

Lanjut lagi, bahan pengembang Baking Powder umumnya digunakan 0,3%-0,4% tergantung bahan penyusun peletnya. Bahan akan lebih mengembang bila ditambahkan Tepung Terigu Cakra, karena kadar amilosanya yang rendah dan kandungan glutennya yang tinggi. Dalam ilmu Kue semakin tinggi kadar gluten maka semakin besar mengembangnya bahan.

Tahap berikutnya pencetakan ( Extruding ), yang saya ketahui pencetakan menggunakan alat extruder dan tentang granulator saya belum pernah mencoba. Mungkin kalau ada yang ingin mencoba membuat alat granulator sederhana bisa memakai mesin bor diberi mata pengaduk. Kemudian bahan diaduk dalam tabung (Barrel) dengan posisi horizontal sambil dialiri air, volume air disesuaikan, semakin banyak air semakin besar bentuk granulnya. Dan agar hasil bulat sempurna, bahan yang sudah mulai terbentuk keluar tabung langsung masuk ke rotary dryer. Kemudian di ayak ( screening ) untuk mendapatkan hasil granul ang diinginkan, kalau terlalu besar digiling lagi.

Lanjut lagi, extruder yang saya ketahui ada dua macam yaitu tipe roda dan tipe ulir ( screw ), extruder tipe roda prinsip kerjanya bahan didorong keluar cetakan ( dies ) oleh roda yang berputar. Sedangkan extruder tipe ulir yaitu membawa bahan kemudian dipadatkan diujung dies. Bedanya ada proses membawa bahan oleh kerja ulir, disini kerja ulir akan menghasilkan panas dan tekanan yang tinggi. Panas dihasilkan oleh kecepatan tinggi kerja ulir yang membawa bahan bergesekan dengan dinding tabung (barrel). Tekanan tinggi berasal dari pemampatan bahan yang akan keluar cetakan ( dies ). Karena sudah ada panas dan tekanan yang tinggi saya tidak menggunakan proses pengaliran uap. Bahan pellet akan mengembang dengan sendirinya karena panas dan beda tekanan pada waktu keluar cetakan. Disini kerja ulir yang saya buat mempunyai kecepatan putaran sekitar 3dtk-5dtk untuk satu kali proses membawa bahan sampai keluar cetakan.

Pendinginan ( Cooling ) dibutuhkan karena biasanya kadar air dalam pelet masih tinggi. Saya tidak memakai pengering ( Oven ) karena khawattir merusak nutrisi bahan pelet, selain itu pelet akan keras bila di oven. Pendinginan menggunakan tabung yang di putar agar pengoperasian dapat berkelanjutan, dan kemudian di hisap oleh vacuum fan agar uap air dapat terambil maksimal. Sebaiknya sebelum pendinginan disemprot ( fogging ) minyak ikan, karena kadang ikan tidak mau makan bila tidak ada bau perangsang minyak ikan. Bila ada yang ingin mencoba merakit mesin pelet perhatikan dan hitung dengan cermat tentang perkiraan Tenaga dan rasio putaran mesin, bentuk,panjang dan diameter ulir serta jumlah lubang cetakan.

Sebelum anda mencoba membuat pelet atau budidaya ikan pastikan budget sudah benar-benar anda siapkan. Karena kalau bisa jangan seperti yang pernah saya alami, semua usaha membutuhkan proses, kesabaran dan keuletan kunci sukses usaha anda. Saran saya pastikan semua aspek bentuk pemasaran produk sudah anda kuasai, karena yang paling penting konsumen yang menentukan. Buat apa membuat mesin bila hasil pelet tidak sesuai dengan harapan, contoh kegagalan yang paling sering terjadi yaitu ternyata pertumbuhan bobot ikan budidaya tidak sesuai dengan harapan. 

Percobaan yang saya ceritakan semoga dapat menambah masukan untuk anda.

Kami menawarkan kerjasama investasi untuk pengembangan usaha budidaya ikan gurami dan nila serta dagang ikan. Kami membutuhkan dana sebesar 1 M dengan konsep pemberian keuntungan sebesar 10 % per tahun. Keuntungan akan disetor tiap bulan, Perjanjian Notaris, Jaminan agunan sertifikat lokasi usaha. Bila berminat segera hubungi kami, Agus : 081334081664 di “ Kolam Pemancingan  & Lesehan Ikan bakar Segar Bambu Kuning “ Ds. Papungan Kec. Kanigoro Kab.Blitar. Dari MAN Tlogo masuk ke utara lewat jalan Gotong Royong ± 400 m. Email : aplikator@yahoo.com. Atau facebook.com/bambu.kuning.18

Kebanyakan usaha menyebut keuntungan tetapi kami juga akan mencoba menulis kerugiannya, kerugian muncul karena adanya ketidakpuasan atas apa yang diterima. Jalinan komunikasi terbuka untuk mendapatkan solusi, lebih kami harapkan untuk di kemudian hari tidak muncul masalah-masalah yang seharusnya sudah dimengerti dan dipahami terlebih dahulu. Apapun masalahnya akan lebih cepat di selesaikan bila ada komunikasi yang terbuka.

Menulis sedikit bagian kecil dari keuntungan membuka usaha Membuat pelet ikan, Budidaya Ikan dan Pemasaran. Di jaman sekarang ini, konsumen juga sudah lebih cerdas dan selektif untuk memilih menu sehat dan segar. Dimana jenis menu daging unggas ( ayam,bebek,dll ) atau ruminansia ( kambing, sapi,dll ) sudah mulai berkurang karena jenuh dan pertimbangan kesehatan serta kesegarannya.  Hal inilah yang membuat usaha ini mempunyai peluang pasar yang terbuka lebar. Contoh kecil, ikan konsumsi segar atau hidup mempunyai keuntungan yang banyak sekali, di sini bukan usaha ikan yang di keringkan atau yang diawetkan menggunakan es atau bahan kimia pengawet. Tetapi asli ikan hidup yang siap di konsumsi. Dengan mengolah menu ikan segar akan didapatkan rasa yang yang berbeda dengan ikan mati. Pengalaman kami menyajikan menu ikan segar sejak 10 agustus 2008 membuat kami yakin bahwa pangsa pasar untuk jenis usaha ini masih terbuka luas. Jangan tunda lagi, Kami menawarkan kerjasama investasi untuk pengembangan usaha budidaya ikan gurami dan nila serta dagang ikan. Kami membutuhkan dana sebesar 1 M dengan konsep pemberian keuntungan sebesar 10 % per tahun. Keuntungan akan disetor tiap bulan, Perjanjian Notaris, Jaminan agunan sertifikat lokasi usaha. Bila berminat segera hubungi kami, Agus : 081334081664 di “ Kolam Pemancingan  & Lesehan Ikan bakar Segar Bambu Kuning “ Ds. Papungan Kec. Kanigoro Kab.Blitar. Dari MAN Tlogo masuk ke utara lewat jalan Gotong Royong ± 400 m. Email : aplikator@yahoo.com. Atau facebook.com/bambu.kuning.18

.

Terima kasih atas perhatiannya, semoga Allah SWT selalu menerima berusahanya kita semua, Amin.

CARA MEMBUAT PELET APUNG

Blitar, Jawa Timur, Indonesia
Jangan tunda lagi, Kami menawarkan kerjasama investasi untuk pengembangan usaha budidaya ikan gurami dan nila serta dagang ikan. Kami membutuhkan dana sebesar 1 M dengan konsep pemberian keuntungan sebesar 10 % per tahun. Keuntungan akan disetor tiap bulan, Perjanjian Notaris, Jaminan agunan sertifikat lokasi usaha. Bila berminat segera hubungi kami, Agus : 081334081664 di “ Kolam Pemancingan & Lesehan Ikan bakar Segar Bambu Kuning “ Ds. Papungan Kec. Kanigoro Kab.Blitar. Dari MAN Tlogo masuk ke utara lewat jalan Gotong Royong ± 400 m. Email : aplikator@yahoo.com. Atau facebook.com/bambu.kuning.18